Bitcoin merupakan salah satu jenis mata uang kripto atau yang sering disebut sebagai Cryptocurrency. Mata uang ini belakangan semakin diminati oleh banyak orang karena disebut-sebut lebih aman. Biasanya orang-orang melakukan aktivitas investasi Bitcoin atau pun juga menambang Bitcoin.
![]() |
| Illustrasi Blockchain (via catalyst.cc) |
Tren ini kemudian dilirik oleh beberapa brand smartphone untuk membuat sebuah smartphone yang khusus dibuat untuk melakukan aktifitas yang berkaitan dengan Bitcoin, semisal menambang atau menyimpan. Misal sebut saja sebuah pabrikan asal Tiongkok Sugar yang merilis smartphone khusus yaitu Sugar S11 Cryptocurrency.
Baca juga: Spesifikasi SIKURPhone, Smartphone Dengan Keamanan Super
Baca juga: Spesifikasi SIKURPhone, Smartphone Dengan Keamanan Super
Tak mau kalah, dua brand besar asal Tiongkok lainnya juga diketahui tengah bersiap untuk menciptakan smartphone yang dirancang khusus untuk aktifitas mining Bitcoin. Smartphone khusus ini tentu saja memiliki keamanan yang lebih tinggi daripada smartphone biasa yang hanya digunakan sebagai sarana komunikasi.
Adalah Huawei dan Xiaomi yang disebut-sebut sedang mengembangkan smartphone yang khusus dibuat untuk para penambang Bitcoin. Seperti yang telah dilaporkan oleh Gizmochina, Huawei bahkan telah melakukan langkah pertama dengan melakukan kerjasama dengan Sirin Labs, terkait dengan penggunaan sistem operasi Sirin OS untuk menjalankan aplikasi berbasis Blockchain.
Sirin Labs sendiri merupakan sebuah perusahaan yang juga membuat smartphone, yang dibuat khusus untuk segmen terbatas karena termasuk smartphone premium. Misal sebut saja Sirin Solarin yang harganya mencapai Rp 220 jutaan.
Tak mau kalah, Xiaomi juga diketahui tengah mengembangkan smartphone yang dirancang khusus untuk para penambang Bitcoin. Sampai saat ini, Xiaomi juga telah memiliki Cryptopet-nya sendiri yang bernama Cryptorabbit. Cryptopet adalah semacam turunan dari Cryptocurrency yang bisa dipelihara, dirawat, dan diperjualbelikan.
Tetapi terlepas dari hal itu, belum diketahui kapan Huawei dan Xiaomi akan mewujudkan smartphone tersebut dan dirilis untuk umum.
Bagaimana, tertarik?
Ricky Febrian
Maret 26, 2018
New Google SEO
Bandung, IndonesiaSementara Razer Phone masih menikmati "singgasananya" di segmen smartphone khusus gaming, Xiaomi pelan-pelan mulai menabuh genderang perang untuk memulai pertempuran di segmen tersebut. Bagaimanapun saat ini bisa dibilang bahwa Razer Phone adalah satu-satunya smartphone yang khusus dirancang untuk para penggemar aktifitas mobil gaming.
Melalui Black Shark Technology Incorporated, yang merupakan perusahaan smartphone baru - dengan dukungan Xiaomi - saat ini disebut-sebut tengah mengembangkan smartphone pertama mereka. Dan sepertinya memang tinggal menunggu waktu untuk kelahiran smartphone gaming ini mengingat poster untuk smartphone ini telah diluncurkan.
Dan seperti yang dilansir dari Gizmochina, smartphone gaming Black Shark akan menggunakan prosesor Snapdragon 845 yang merupakan prosesor flagship dari Qualcomm.
Salah satu fitur yang ada pada Black Shark ini nantinya akan seperti game center, yang disebut Shark Space.
Sebagai permulaan, melalui situs media sosial terkenal asal China Weibo, CEO Black Shark mengadakan sebuah lucky draw bagi tiga orang pengguna media sosial tersebut yang akan beruntung mendapatkan masing-masing sebuah smartphone Black Shark.
Selain diketahui menggunakan Snapdragon 845, beberapa kemungkinan spesifikasi dari smartphone gaming Black Shark ini diantaranya adalah akan memiliki layar dengan resolusi FullHD+ dengan rasio kekinian 18:9. Kemudian kinerja smartphone ini akan didukung dengan RAM sebesar 8GB dan penyimpanan internal sebesar 32GB.
Kemudian Android Oreo akan menjadi sistem operasi dari smartphone gaming Black Shark ini. Mengenai ketersediaan dan penjualan, belum ada informasi resmi terkait dengan hal ini tetapi pihak Black Shark telah menjalin kesepakatan dengan toko online JD untuk penjualan dan promosi. Dengan berbagai langkah cepat yang dilakukan oleh Black Shark, sepertinya tinggal tunggu waktu saja untuk kemunculan smartphone gaming dari Black Shark ini.
Bagaimana, tertarik?
Ricky Febrian
Maret 26, 2018
New Google SEO
Bandung, IndonesiaTentunya ada alasan sendiri mengapa sebuah smartphone memiliki harga yang bisa dibilang tidak wajar, ataupun sangat mahal. Selain mungkin karena memiliki spesifikasi canggih dan teknologi paling baru, merk smartphone tersebut tentunya juga memiliki daya jual yang tidak bisa dianggap remeh.
Contoh paling bagus, Apple dengan iPhone-nya.
iPhone X ketika pertama kali dirilis harganya bisa dibilang sangat mahal untuk ukuran sebuah alat komunikasi. Tetapi toh nyatanya ada juga yang membeli. Jadi disini ada semacam tren, khususnya untuk kalangan orang-orang tertentu yang menginginkan smartphone bukan sebagai alat komunikasi semata.
Tetapi juga sebagai kebanggaan. Prestige.
Jika yang dicari adalah kebanggaan, sebenarnya masih ada smartphone yang harganya lebih mahal daripada iPhone X. Dan inilah 5 smartphone termahal di dunia yang bahkan harganya jauh melebihi iPhone X.
DIAMOND CRYPTO
Jika kamu adalah seorang sultan, maka smartphone ini cocok untukmu karena harganya sangat mahal, yaitu sekitar Rp 17,9 miliar. Smartphone yang dirancang oleh Peter Aloisson ini menjadi sangat mahal karena di sekeliling perangkat smartphone ini tertanam sekitar 50 berlian, dan 10 diantaranya adalah berlian biru yang sangat langka.
GOLDVISH LE MILLION
Dari namanya saja smartphone ini sudah "sombong" dengan menyematkan kata-kata Le Million. Smartphone ini dirancang oleh perancang perhiasan dan jam tangan mewah Emmanuel Gueit. Smartphone ini telah dirilis di Swiss dan mendapatkan rekor Guinnes di tahun 2006 sebagai smartphone termahal dunia dengan harga mencapai Rp 17,9 miliar. Harganya yang tinggi tersebut disebabkan karena butiran berlian 20 karat dan emas putih 18 karat di casingnya.
IPHONE 3G KING'S BUTTON
Jika Rp 17 miliar masih belum mahal, maka lihat iPhone lawas yang satu ini. Meski secara teknologi tak bisa dibandingkan dengan iPhone X, tetapi secara penampilan smartphone ini sangat wah. iPhone 3G King's Button diranacng oleh Peter Aloisson. Si perancang menanamkan 138 berlian yang terpasang di sekitar layar dan sebuah berlian besar terpasang di tombol home-nya. Harga iPhone 3G King's Button ini sekitar Rp 33 miliar.
SUPREME GOLDSTICKER IPHONE 3G 32GB
iPhone X nampaknya memang tak bisa main-main dengan senior. Karena lagi-lagi iPhone 3G varian 32 GB masuk dalam daftar smartphone termahal dunia. Supreme Goldsticker iPhone 3G ini menjadi mahal karena casingnya yang terbuat dari emas 22 karat dan dengan taburan 53 berlian. Di tombol home juga terdapat sebuah berlian langka yang berukuran cukup besar. Harganya? Rp 44,1 miliar.
DIAMOND ROSE IPHONE 4
Dan pemuncak smartphone termahal dunia adalah (lagi-lagi) smartphone lawas iPhone lainnya yaitu iPhone 4. Didesain oleh Stuart Hughes, iPhone 4 dibandrol dengan harga mencapai Rp 110 miliar. Yang membuat smartphone ini mahal adalah taburan berlian merah muda di seluruh pinggiran perangkat. Kemudian logo Apple di bagian belakang yang juga ditutupi dengan berlian merah muda. Sementara untuk tombol home terdapat paduan berlian merah muda dan berlian putih yang sangat mewah.
Itulah lima smartphone termahal di dunia. Memang bukan mahal karena teknologi yang mutakhir, tetapi tetap saja smartphone-smartphone di atas berharga sangat mahal. Mungkin masih ada smartphone mahal lainnya, sebut saja Caviar, perusahaan asal Rusia yang hobi mengutak-atik smartphone canggih dengan tambahan bahan-bahan mewah seperti emas atau berlian.
Bagaimana, tertarik?
Ketika Google memutuskan untuk menggunakan alfabet sebagai seri Android - sistem operasi berbasis Linux buatan Google untuk smartphone - saat itu juga mungkin Google menyadari bahwa alfabet memiliki batas pada alfabet z. Saat ini Google tengah mengembangkan Android P, yang berarti bahwa hitungan mundur menuju akhir dari Android hanya tinggal menunggu waktu.
Apakah benar seperti itu?
Sebagai konsumen kita bisa berspekulasi tentang ini, tetapi ternyata Google saat ini memang tengah mengembangkan sebuah sistem operasi baru - yang bukan Android atau Chrome OS. Tetapi memang belum banyak informasi terkait dengan sistem operasi baru yang tengah dikembangkan oleh Google ini.
Meski terlalu dini untuk mengatakan bahwa sistem operasi yang tengah dikembangkan Google ini adalah pengganti Android, tetapi ada beberapa informasi mengenai hal ini.
Beberapa informasi mengenai sistem operasi yang tengah dikembangkan oleh Google ini diantaranya bahwa sistem operasi ini - seperti yang dilaporkan dari Android Authority - adalah sistem operasi ini telah muncul di sebuah sharing-platform khusus para pengembang yang bernama GitHub pada tahun 2016 lalu.
Selain itu, Google juga telah memiliki nama untuk sistem operasi yang tengah dikembangkannya ini. Dan nama dari sistem operasinya ini adalah Fuchsia OS.
Fuchsia OS memiliki perbedaan dengan kedua sistem operasi yang lebih senior dari Google yaitu Android dan Chrome OS, dimana Fuchsia OS ini tidak berbasis Linux. Google memiliki kernel sendiri yang bernama Zircon, yang sebelumnya bernama Magenta. Sebagai tambahan informasi, Zircon dikembangkan oleh orang yang sama dengan orang yang menciptakan Haiku OS, yaitu Travis Geiselbrecht.
Lalu, apakah Fuchsia OS bisa digunakan untuk smartphone?
Masih menurut laporan dari Android Authority, Fuchsia OS bisa digunakan pada smartphone, tablet, dan bahkan komputer. Tetapi dari ketiga perangkat tersebut, manakah yang menjadi fokus utama Google dalam mengembangkan Fuchsia OS?
Terlepas dari hal tersebut, kita bisa mencoba secara online bagaimana performa dan user interface dari Fuchsia OS ini. Dan sebagai informasi, Fuchsia OS yang bisa kita coba tersebut merupakan Fuchsia OS dengan tampilan user interface bernama Capybara - UI Fuchsia OS menggunakan nama-nama hewan langka, diantaranya adalah Capybara dan Armadillo. UI Capybara ini diciptakan oleh seorang anak berusia 13 tahun bernama Noah Cain.
Hingga saat ini, informasi mengenai Fuchsia OS belum lengkap karena memang sistem operasi ini masih jauh dari kata sempurna. Tetapi pertanyaan besar yang mengiringi sistem operasi ini adalah "Apakah Fuchsia OS akan menggantikan Android?"
Tunggu saja.
Nokia 3310 bisa dibilang merupakan salah satu ponsel paling terkenal dan populer sepanjang masa. Ketika ponsel ini mendapatkan sentuhan modern di tahun 2017 lalu, yaitu dengan sedikit perubahan bentuk serta penambahan teknologi jaringan 4G, banyak orang merasa bernostalgia. Tetapi tak sedikit pula yang menganggap Nokia memanfaatkan ponsel lawasnya tersebut sebagai sarana mencari perhatian.
Lalu bagaimana? Apakah Nokia akan kembali mengembangkan Nokia 3310 di tahun 2018 ini?
Nokia belum lama merilis smartphone barunya di ajang MWC 2018 lalu, tetapi bukan tidak mungkin Nokia akan merilis smartphone lagi di tahun ini. Siapa tahu? Karena sebuah bocoran desain menunjukkan bahwa Nokia disebut-sebut tengah mengembangkan sebuah smartphone baru lagi.
Smartphone baru Nokia yang masih sebatas konsep ini merupakan smartphone yang dikembangkan dari ponsel Nokia 3310 dengan sentuhan teknologi baru dan perubahan bentuk yang sangat radikal. Smartphone Nokia 3310 2018 bahkan disebut-sebut akan menjadi saingan berat beberapa smartphone flagship yang ada di pasaran.
Desain Nokia 3310 2018 ini dikembangkan oleh Phone Industry dengan inspirasi dari ponsel Nokia 3310. Hasilnya terlihat sangat mewah karena smartphone ini menggunakan body yang terbuat dari keramik yang dilapisi kaca. Selain itu smartphone baru Nokia 3310 2018 ini juga dibekali dengan teknologi Wireless Charging, sensor sidik jari, dual kamera hasil kerjasama dengan Zeiss, sensor sidik jari, dan beberapa fitur lain.
Layarnya juga sudah mengusung rasio 18:9 dan yang cukup menarik di smartphone baru Nokia 3310 2018 ini, tak terlihat adanya notch di bagian depan. Panel AMOLED dipilih untuk smartphone ini untuk menghasilkan kecerahan dan kepekatan yang lebih baik.
Secara keseluruhan, smartphone baru Nokia 3310 2018 ini memiliki desain yang lebih baik dan lebih menarik daripada smartphone Nokia yang sudah beredar di pasaran. Meskipun ada beberapa bagian yang terlihat kurang proporsional semisal letak dual-kamera di bagian belakang yang terasa agak rendah. Tetapi masih cukup tinggi dan masuk akal daripada kamera dan sidik jari milik Sony Xperia XZ.
Jadi, apakah Nokia akan mewujudkan smartphone baru 3310 2018 dan menjadikannya saingan berat smartphone-smartphone flagship yang telah beredar di luar sana?
Menarik untuk ditunggu.
Ricky Febrian
Maret 21, 2018
New Google SEO
Bandung, IndonesiaPasca-MWC 2018, perbincangan tentang notch pada smartphone ternyata belum usai karena nampaknya ada beberapa smartphone baru lainnya yang diketahui akan menggunakan notch, yaitu Oppo R15 dan R15 Plus. Sementara itu, sistem operasi Android terbaru yaitu P - Android Pai, atau mungkin Android Pancake - juga diketahui mendukung adanya notch tersebut.
Dan ketika merk-merk populer berlomba-lomba membuat notch pada perangkat terbaru mereka, hal itu tidak berlaku untuk Samsung.
Samsung, sebagai saingan utama dan terberat Apple memilih untuk tidak menggunakan notch seperti merk-merk lain. Yang ada di pikiran Samsung mungkin adalah gengsi dan jaim.
Bayangkan saja, dengan meniru desain rival sama saja Samsung mengakui kekalahan meskipun pengakuan tersebut tak terucapkan. Selain mengakui kekalahan, bisa saja mereka akan ditertawakan oleh merk-merk lain.
Tetapi bagaimana wujud Samsung Galaxy S9 dan S9+ seandainya mereka memilih menggunakan notch untuk smartphone terbaru mereka itu?
Martin Hajek membuat rancangan Samsung Galaxy S9 dan S9+ yang memiliki notch. Dan hasilnya tidak begitu buruk.
Bukan cuma menambah notch di bagian atas, Martin Hajek juga membuat bezel di bagian bawah menjadi lebih tipis, bahkan hampir bezel-less. Tetapi Martin Hajek memiliki nama sendiri untuk Samsung Galaxy S9 yang memiliki notch ini yaitu Samsung Galaxy S9N. Notch pada Samsung Galaxy S9N ini bahkan dibuat lebih lebar daripada milik iPhone X sendiri.
Secara keseluruhan, tampilan Samsung Galaxy S9N yang memiliki notch ini tidak bisa dibilang buruk. Dan akan menarik untuk melihat respon para penggemar Samsung jika mereka mulai menggunakan notch untuk smartphone mereka. Jadi, apakah para penggemar Samsung ingin melihat notch di smartphone Samsung ke depannya?
Ricky Febrian
Maret 12, 2018
New Google SEO
Bandung, IndonesiaBaru saja Sony merilis duo smartphone terbaru mereka di ajang MWC 2018 lalu yaitu Xperia XZ2 dan XZ2 Compact. Secara keseluruhan, dua smartphone terbaru Sony tersebut tidak bisa dibilang buruk. Tetapi fakta bahwa Sony disebut kehilangan jati diri pada dua smartphone tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata.
Terutama pada sisi desain. Karena selama ini Xperia dikenal dengan ciri khas-nya yang berbeda dan konsisten selama beberapa lama.
Jika diamati dengan lebih seksama memang terdapat beberapa keanehan pada sisi desain dua Sony Xperia XZ2 dan XZ2 Compac, yaitu penempatan kamera serta sensor sidik jari di bagian belakang - yang mirip smartphone HTC - yang terlalu ke bawah. Kemudian dari depan, duo XZ2 ini terlihat seperti Nokia dengan sudut tidak terlalu membulat.
Jadi bisa dibilang, Sony kehilangan identitas di dua smartphone terbaru mereka ini.
Tetapi, sebuah desain smartphone Sony yang misterius seolah mengembalikan identitas Sony. Smartphone baru yang disebut-sebut sebagai Xperia XS ini mengembalikan ciri khas Xperia yang solid dan sederhana namun berkelas.
Sony Xperia XS ini dirancang oleh Toooajk Ma yang mampu mengembalikan ciri khas Xperia yang hilang di duo XZ2. Secara sekilas, Xperia XS mirip dengan Xperia sebelumnya - sebelum era XZ2 - dengan bodi yang kotak dan terlihat mantap.
Tetapi tentunya dengan sentuhan kekinian karena terdapat penggunaan material kaca di Xperia XS ini. Tidak menyeluruh, tetapi kaca ini hanya dipasang di bagian bawah perangkat berupa garis transparan. Bagusnya lagi, Xperia XS tidak terpengaruh dengan hingar bingar penggunaan notch di bagian atas.
Alih-alih memasang notch, disini Xperia XS memiliki bezel yang cukup tebal di bagian atas dan bawah. Sementara di kedua sisinya bezelnya sangat tipis.
Kemudian di bagian belakang, Xperia XS juga telah kembali ke jalan yang benar. Dengan penempatan kamera dan flash di bagian kiri pojok. Tidak ada sensor sidik jari yang terlihat, baik di depan atau di belakang. Bisa jadi Xperia XS menggunakan in-screen-figerprint, atau mungkin FaceID.
Secara keseluruhan, Sony Xperia XS ini terlihat menjanjikan dengan paduan metal dan kaca. Selain itu dengan karakternya sendiri yang tak meniru atau membuat apa yang sedang tren membuat Sony dipastikan bisa menarik perhatian para penggemarnya kembali.
Sayangnya, desain Sony Xperia ini masih sebatas render. Artinya belum bisa diketahui atau dipastikan apakah Sony akan membuat Xperia XS dengan desain seperti ini atau tidak. Patut ditunggu respon dari Sony setelah menerima banyak kritikan atas duo smartphone terbaru mereka.
Xiaomi Mi A1 pada awal kemunculannya berhasil menarik perhatian dan menjadi salah satu smartphone terjangkau dengan spesifikasi mumpuni plus desain yang menarik. Penggunaan sistem operasi Android murni dari Google daripada sistem operasi kustom mereka sendiri MIUI yang sangat populer juga menjadi daya tarik bagi smartphone Mi A1.
Meski kini perhatian penggemar smartphone tertuju pada Mi 7 atau Mi MIX 2S, ternyata penerus Mi A1 ini terlihat muncul di internet. Dirancang oleh Techconfiguration menampilkan desain render untuk penerus Mi A1 yaitu Xiaomi Mi A2. Atau mungkin Xiaomi 6X.
Jika Xiaomi Mi A1 menggunakan AndroidOne, apakah penerusnya ini juga akan menggunakan AndroidOne daripada MIUI?
Kemungkinan itu bisa terjadi, karena bagaimanapun juga Mi A1 merupakan salah satu smartphone AndroidOne terlaris di pasaran. Hal itu bisa menjadi pertimbangan bahwa dengan Mi A2 yang menggunakan AndroidOne, dengan tampilan baru juga bisa meneruskan kepopuleran Mi A1.
Dalam rendernya,Mi A2 tampil dengan beberapa pilihan warna diantaranya adalah merah mencolok, disamping hitam dan abu-abu. Dari ketiganya, warna merah memang terlihat paling menarik.
Tetapi secara keseluruhan, desain dari Xiaomi Mi A2 ini berbeda dengan tren notch yang ramai-ramai digunakan oleh berbagai smartphone baru saat ini.
Di bagian depan, Mi A2 memiliki kamera yang powerful karena beresolusi 20 MP. Sementara di bagian belakang terpasang duet kamera ganda sebesar 12 MP dan 5 MP, yang dipasang secara vertikal mirip dengan kamera iPhone X. Sebuah sensor sidik jari juga terdapat di bagian belakang. Xiaomi memilih menggunakan metal daripada menggunakan kaca untuk bodinya.
Namun, sama seperti Mi MIX 2S yang masih berupa render, Mi A2 juga belum diketahui secara pasti apakah benar-benar akan diproduksi oleh Xiaomi. Tetapi mengingat kepopuleran pendahulunya, yaitu Mi A1,bisa jadi Xiaomi diam-diam telah mempersiapkan Mi A2. Tunggu saja.
Kembali ke era pertengahan 2000an, ponsel Motorola seri Razr merupakan salah satu ponsel futuristik dan inovatif di jamannya. Bahkan salah satu serinya, yaitu Razr V3 disebut-sebut sebagai salah satu ponsel monumental bersama Nokia 3310 dan Apple iPhone generasi awal.
Ketika HMD Global tahun lalu menghidupkan kembali ponsel monumental Nokia, yaitu 3310 4G dan tahun ini 8110 4G, mungkinkah Lenovo selaku pemilik Motorola saat ini merilis kembali Motorola Razr?
Jawabannya mungkin saja.
Bahkan bisa saja Motorola membuat versi terbaru Razr V3 ini menjadi lebih futuristik. Misalnya dengan layar yang bisa dilipat. Kenapa layar yang bisa dilipat? Karena sampai saat ini smartphone dengan layar yang bisa dilipat belum sebanyak smartphone yang memiliki notch...
Dan untungnya, desain smartphone lipat terbaru Motorola penerus Razr V3 yang kemungkinan bernama Motorola V3S ini tak memiliki notch dan mengusung konsep layar yang bisa dilipat. Carota Design merancang penerus Razr V3 ini dengan sangat menarik.
Terlihat bahwa meskipun layarnya bisa dilipat, tidak ada batas antar kedua layar, seperti yang terlihat di smartphone lipat milik ZTE, yakni Axon M.
Jadi Motorola V3S ini akan memiliki satu layar yang panjang dan melengkung, dan bisa dilipat. Tetapi ketika V3S ini sedang dalam posisi terlipat, akan terlihat sangat mirip dengan sang pendahulu, yaitu Razr V3.
Di bagian depan terdapat semacam layar kecil. Kemudian di bagian belakang, terdapat sebuah kamera yang berada di tengah, dengan LED Flash dan kemungkinan OIS di kanan kiri kamera. Kemudian di bawah kamera terdapat logo Motorola.
Tak ada sidik jari nampaknya. Tetapi yah, sidik jari bisa menjadi kurang berguna untuk smartphone lipat model flip seperti ini karena seharusnya perangkat bisa langsung aktif begitu dibuka. Fitur face unlock mungkin akan lebih berguna bagi Motorola V3S ini.
Dengan mengusung warna silver metalik, smartphone terbaru Motorola V3S ini terlihat sangat elegan dan mewah.
Bahkan bisa saja Motorola membuat versi terbaru Razr V3 ini menjadi lebih futuristik. Misalnya dengan layar yang bisa dilipat. Kenapa layar yang bisa dilipat? Karena sampai saat ini smartphone dengan layar yang bisa dilipat belum sebanyak smartphone yang memiliki notch...
Dan untungnya, desain smartphone lipat terbaru Motorola penerus Razr V3 yang kemungkinan bernama Motorola V3S ini tak memiliki notch dan mengusung konsep layar yang bisa dilipat. Carota Design merancang penerus Razr V3 ini dengan sangat menarik.
Terlihat bahwa meskipun layarnya bisa dilipat, tidak ada batas antar kedua layar, seperti yang terlihat di smartphone lipat milik ZTE, yakni Axon M.
Jadi Motorola V3S ini akan memiliki satu layar yang panjang dan melengkung, dan bisa dilipat. Tetapi ketika V3S ini sedang dalam posisi terlipat, akan terlihat sangat mirip dengan sang pendahulu, yaitu Razr V3.
Di bagian depan terdapat semacam layar kecil. Kemudian di bagian belakang, terdapat sebuah kamera yang berada di tengah, dengan LED Flash dan kemungkinan OIS di kanan kiri kamera. Kemudian di bawah kamera terdapat logo Motorola.
Tak ada sidik jari nampaknya. Tetapi yah, sidik jari bisa menjadi kurang berguna untuk smartphone lipat model flip seperti ini karena seharusnya perangkat bisa langsung aktif begitu dibuka. Fitur face unlock mungkin akan lebih berguna bagi Motorola V3S ini.
Dengan mengusung warna silver metalik, smartphone terbaru Motorola V3S ini terlihat sangat elegan dan mewah.
Hampir tak terdengar gaungnya di ajang MWC 2018, membuat Nubia tak berkecil hati. Sub-brand pabrikan populer ZTE ini bahkan telah menyiapkan sebuah smartphone yang dirancang khusus untuk para penggemar mobile gaming. Dengan begini, smartphone gaming terbaru Nubia ini nantinya akan beradu dada dengan Razer Phone dan Xiaomi Blackshark.
Dengan semakin bertambahnya pabrikan smartphone yang mulai melirik para penggemar mobile gaming, bukan tidak mungkin nantinya akan lebih banyak lagi yang mulai memproduksi smartphone gaming.
Hal ini sebenarnya bagus, karena akan memberikan pilihan yang lebih bervariasi daripada tren smartphone berkamera canggih yang banyak berada di luar sana. Atau tren smartphone yang memiliki notch..
Bezel mungkin memang sesuatu yang bisa membuat tampilan smartphone menjadi lebih cantik..tetapi, ah sudahlahh..
Tetapi, bicara tentang smartphone gaming, hal ini sebenarnya hampir mirip dengan tren notch yang dimulai sejak era iPhone X sampai sekarang. Bedanya, Razer Phone yang memulai tren smartphone gaming ini.
Dan melihat antusias para penggemar smartphone, sepertinya segmen ini masih cukup menjanjikan. Mungkin itulah yang dipikirkan oleh Xiaomi, yang dikenal sebagai perusak harga pasar. Dan tentunya sekarang Nubia ini.
Bedanya, smartphone gaming Nubia ini masih sebatas konsep, meskipun smartphone-nya sendiri telah muncul di MWC 2018 lalu. Tetapi General Manager Nubia Ni Fei telah mengkonfirmasi bahwa smartphone gaming Nubia ini pasti dirilis dalam beberapa bulan ke depan.
Terbatas di China...
Smartphone gaming terbaru Nubia ini sendiri memiliki desain dan tampilan yang sangar dan sangat terlihat cocok dengan para game-addict. Garis-garisnya tegas, hampir terlihat seperti supercar yang memiliki garis dan sudut tegas.
Kemudian aksen merah di kanan kiri bagian atas dan bawah memberikan detail yang keren.
Bukan hanya itu, Nubia mengatakan bahwa material pembuatan smartphone ini bukan bahan sembarangan. Nubia menyebutkan bahan carbon nano material untuk smartphone gaming terbaru mereka ini. Bahan tersebut diklaim bisa menurunkan suhu lebih baik dibandingkan material yang biasa dipakai pada kebanyakan smartphone.
Selain itu, Nubia juga mengembangkan teknologi pendingin udara yang khusus dipersiapkan untuk smartphone gaming terbaru ini.
Mari kita sejenak mengalihkan perhatian dari hingar bingar Mobile World Congress 2018 di Barcelona. Untuk hari ini kemungkinan adalah Sony, ASUS, dan Motorola yang akan memperkenalkan smartphone terbaru mereka. Tetapi ternyata di balik kemeriahan acara tersebut, Vivo membuat sedikit kehebohan.
Vivo?
Tepat sekali. Pabrikan smartphone satu ini sering dipandang sebelah mata karena mungkin kecenderungan mereka dalam membuat smartphone; smartphone selfie. Hal itu sah-sah saja sebenarnya. Tetapi semuanya mulai sedikit berbeda ketika Vivo ini berhasil merilis smartphone pertama di dunia yang menggunakan teknologi under screen finger print hasil kerja sama dengan Synaptics.
Dan nampaknya Vivo belum akan berhenti sampai di situ untuk membuat kejutan-kejutan lainnya.
Ketika tren smartphone berasio layar 18:9 mulai menjamur dan terlihat seragam serta monoton, Vivo memilih keluar dari keseragaman tersebut dan membuat sesuatu yang berbeda. Dan apa yang dilakukan Vivo ini ternyata membuat rasio 18:9 menjadi terlihat kuno.
Kita bicara tentang bezel disini.
Singkatnya, bezel milik iPhone X terlihat tebal jika dibandingkan dengan smartphone baru Vivo ini. Mengapa? Karena smartphone terbaru Vivo ini memiliki layar full, baik sisi atas, bawah, kanan dan kiri nyaris tak ada bezel.
Singkatnya, Vivo APEX - nama smartphone ini, adalah the real FullView Display.
Di sisi atas, kanan, dan kiri terdapat bezel berukuran 1.8 mm, sementara di sisi bawah terdapat bezel berukuran 4.3 mm. Dengan bezel atas setipis itu, bagaimana dengan kamera selfie-nya? Jangan khawatir, Vivo tidak lupa untuk yang satu itu karena mereka membuat sebuah kamera depan yang berkonsep pop-up camera.
Kemudian dengan bezel bawah setipis itu, bagaimana dengan sensor sidik jarinya?
Apa?
Bukankah Vivo telah berhasil menciptakan smartphone dengan under screen finger print, jadi bukan hal yang sulit bagi Vivo untuk melakukannya lagi. Dan tentunya dengan pengembangan, karena setengah dari layar Vivo APEX adalah under screen finger print. Masih belum terkesan? Vivo APEX bisa melakukan identifikasi dua sidik jari dalam waktu yang bersamaan.
Keren bukan?
Sayangnya..smartphone keren ini masih sebatas konsep, dan Vivo sendiri mengatakan bahwa belum ada rencana untuk memproduksi Vivo APEX ini dalam waktu dekat. Bisa jadi Vivo akan menyempurnakan beberapa bagian dari smartphone ini yang bisa jadi belum optimal. Pop-up kamera mungkin, atau bagian-bagian lain. Tunggu saja, kalau begitu.






























































